The True Power of Rereongan

Artikel oleh : M Luthfi, Public Relation Yayasan Ummara

Sebelum bertolak ke Bandung, beberapa panitia Latgabnas 2015 yang tersisa di Jogja melakukan kunjungan ke beberapa candi. Saya ikut berkunjung ke candi dengan menumpang mobil Panther berwarna silver milik Pak Iwan dengan Kang Dimet sebagai pengemudi nya. Di tengah perjalanan Jogja-Magelang menuju candi Pawon, mobil yang kami tumpangi disusul oleh ambulans hitam berkecepatan tinggi. Pak Iwan bergumam “Sedekah Rombongan”, rupanya beliau membaca tulisan di ambulans tersebut. Wow.. Saya terkejut ketika melihat ambulans itu..

Selesai mengunjungi candi-candi kami bertolak ke Bandung. Perjalanan menuju Bandung ini bisa dijadikan tulisan tersendiri karena beberapa hal menarik yang bisa diceritakan dimana kami mengandalkan info dari applikasi waze menempuh jalur alternatif yang sangat sepi dengan medan menanjak juga berkelok, lewat hutan, kehilangan sinyal waze yang diandalkan untuk navigasi ketika di tengah hutan juga ketika lewat kuburan dll.. Hihihi..

Ok kita kembali ke sedekah rombongan. Saya pernah beberapa kali membaca artikel-artikel mengenai #sedekahrombongan yang dimotori oleh pak @saptuari tapi sudah lama sekali saya tidak update. Kurang lebih yang saya pahami dari gerakan #sedekahrombongan ini adalah bersedekah beramai-ramai / menggalang dana untuk menolong orang yang membutuhkan. Begitu sampai di bandung saya mengecek fanpage juga web mereka : www.sedekahrombongan.com . Tampilan web nya sangatlah sederhana, tetapi isinya benar-benar luar biasa. Disana ditampilkan :

• profil sedekah rombongan,

• kegiatan mereka,

• info before-after, kondisi penerima bantuan (sebelum dan setelah dibantu),

• rekapitulasi dana (waktu saya cek sedekah rombongan sudah membiayai >600 kegiatan bantuan dengan penyaluran dana total >24M).. Woow..!!!,

• kendaraan operasional dari para donatur yang digunakan untuk antar jemput pasien dengan gratis (mobil ambulance & motor trail untuk menjemput pasien di daerah pegunungan yang tidak bisa dijangkau mobil),

Nah ketika tiba di Bandung, saya mendapat kabar bahwa Teh Aya salah seorang putri anggota HI terkena musibah. Mengalami kecelakaan, mengalami luka serius di kepala juga kondisinya kritis & membutuhkan dana yang amat sangat besar sekali untuk pengobatannya. Banyak pihak yang membantu teh Aya, salah satunya dari Yayasan Ummara yang baru saja menjadi penyelenggara Latgabnas HI di Jogja. Yang mereka lakukan sederhana saja :

• membuat rekening penerimaan dana untuk bantuan pengobatan

• melakukan penggalangan bantuan melalui publikasi di sosmed (FB, WhatsApp, BBM dll)

• membuat halaman di web mereka ( http://aya.ummara.org ) yang berisi berbagai informasi mulai dari update perkembangan kondisi aya disertai foto, laporan keuangan yang menampilkan detail dan transparansi pemasukan-pengeluaran.

Alhamdulillah dalam waktu sangat singkat yaitu sekitar 1 minggu saja telah terkumpul dana sekitar 160 juta dengan donatur “hanya” 512 orang saja dr berbagai kalangan (masih sebagian kecil potensi dari komunitas, HIers yang secara rutin online saja ada > 9.000 orang), dan dana tersebut sudah bisa digunakan untuk membiayai pengobatan Aya. Mirip seperti yang dilakukan sedekah rombongan, menghimpun bantuan lalu disalurkan kepada yang membutuhkan dan dipublikasikan secara transparan.

Dari kejadian ini banyak sekali hikmahnya, beberapa diantaranya :

• masalah besar bisa lebih ringan jika dihadapi bersama-sama,

• jarak, ketidak kenalan secara langsung, dan hal lainnya bukan hambatan untuk action jika memiliki kepedulian & tujuan yang sama,

• bantuan yang mungkin terlihat kecil-kecil ternyata bisa jadi sangat besar jika dikumpulkan dan efeknya nyata (bantuan ini berupa materi, terapi jarak jauh maupun langsung, kunjungan juga motivasi kepada keluarga yg terkena musibah, dll),

• masih banyak orang-orang baik yang mau berbagi & memikirkan kesulitan orang lain (walaupun tidak saling kenal),

• sosial media sebagai alat bantu yang digunakan dalam penggalangan dana ini (Web, FB, WA, BB dll) kelihatannya efektif menyampaikan pesan & menggugah kesadaran utk menolong.

Semoga saja ke depannya Yayasan Ummara bisa melakukan lebih banyak hal dalam membantu sesama sesuai dengan namanya Umat Makmur Sejahtera. Aamiin

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *