Kajian Budaya dan Transformasi Teknologi

, ,

Latar Belakang

Yayasan Ummara

                Yayasan Umat Makmur Sejahtera di singkat Ummara adalah yayasan yang bergerak dalam bidang kemandirian masyarakat dengan strategi pembinaan komunitas. Walaupun Yayasan Ummara baru diresmikan secara resmi pada 17 Oktober 2014 berdasarkan akta nomor 74 notaris Robert Toman Sam Hutabarat dan keputusan menteri hukum dan hak asasi manusia nomor AHU-07826.50.10.2014, yayasan ini telah melakukan aktifitasnya sejak tahun 2011 dengan tiga program utama yaitu Ummat Sehat berupa pelayanan terapi dan pelatihan olah raga kesehatan  pada masyarakat, Ummat Mandiri berupa usaha membangun kemandirian masyarakat dengan memberikan pelatihan di bidang pertanian, dan Ummat Lestari yaitu pelestarian lingkungan hidup melalui gerakan edukasi dan penanaman lahan kritis yang semuanya berbasis komunitas.

                Berbasis di Kota Bandung tepatnya di Jl. Pelangi III Kav.I  No.1, Yayasan Ummara secara aktif menjalin kerjasama dengan berbagai komunitas dan organisasi mitra untuk mewujudkan visinya yaitu ummat yang makmur dan sejahtera melalui salah satu misinya yaitu mengedukasi masyarakat dan mengenalkan solusi bagi kemandirian ummat. Dalam perspektif inilah maka kami mengadakan sebuah kegiatan kajian budaya dan teknologi solutif bagi bangsa.

Kegiatan Kajian Budaya dan Transformasi Teknologi

                Ketika kita berbicara mengenai budaya, maka yang muncul bukan hanya mengenai seni namun lebih dari itu, budaya berbicara pula mengenai nilai kearifan lokal yang bangsa ini sedang berupaya untuk hidupkan kembali. Budaya juga berbicara mengenai keluhuran pencapaian yang pernah bangsa kita miliki, salah satunya adalah pengusaan teknologi.

                Dalam perspektif memberikan edukasi pada masyarakat mengenai keluhuran budaya Indonesia dan mengenalkan teknologi  aplikatif yang berhasil dikembangkan dengan cetak biru dari peraban bangsa Indonesia, Yayasan Ummara mengadakan sebuah kegiatan kajian keilmuan mengenai budaya dan teknologi dengan mengundang  seorang peneliti yang telah mampu memosisikan budaya sebagai sumber inspirasi untuk membuat karya nyata hari ini yang akan membentuk masa depan,  Dicky Zainal Arifin.

Pembicara

                Yayasan ummara mengundang Dicky Zainal Arifin sebagai keynote speaker  dalam kegiatan kajian budaya dan trasformasi teknologi dikarenakan sosok pembicara yang telah mampu mentransformasikan budaya dari ranah wacana dan nilai abstrak menjadi karya nyata yaitu dengan mengembangkan diantaranya :

  1. Pupuk hayati berbasis bakteri menggunakan teknik rekayasa genetika yang dapat diaplikasikan di level petani dengan kemampuan mengembalikan kembali kesuburan alami tanah.
  2. Teknologi Hyper Molecular Resonance (HMR) dengan fungsi utama merekayasa molekul air menjadi molekul heksagonal.
  3. Teknologi pemecah molekul air yang dapat dijadikan sebagai reaktor penghasil hidrogen,
  4. Teknologi Generator Tanpa Bahan Bakar (GTBB), yaitu unit generator yang telah dibuktikan mampu menghasilkan energi listrik dari sirkuit tertutup dengan efisiensi lebih dari 100%.

                Dalam bidang budaya, Dicky Zainal Arifin dikenal sebagai salah satu anggota tim riset mandiri katastrofik purba  yang terlibat dalam penelitian Gunung Padang dan pembicara dalam berbagai kajian kebudayaan dan kesundaan.

Empat  penemuan fenomenal inilah yang kami yakini akan menjadi solusi bagi masa depan bangsa ini sehingga perlu diangkat dan dikenalkan pada masyarakat luas.  Efek yang diharapkan dengan adanya kegiatan ini adalah peserta mendapatkan pencerahan bahwa teknologi yang dikembangkan tersebut berakar dari kebudayaan bangsa Indonesia, sehingga  akan muncul kesadaran massal bahwa bangsa Indonesia adalah benar bangsa yang luhur dan memiliki penguasaan teknologi yang tinggi. Dengan demikian bukan hanya rasa kebangsaan yang muncul, namun juga kegairahan dan semangat untuk meneliti dan mengkaji lebih dalam mengenai teknologi – teknologi solutif lainnya yang ada dalam budaya Indonesia dan menunggu untuk ditemukan.

Lokasi Kegiatan

                Kegiatan kajian budaya dan transformasi teknologi mengambil tempat di situs budaya Ratu Boko yang merupakan situs arkeologi berupa Kraton Kerajaan Mataram Kuno dari abad ke-8, cikal bakal pendiri Candi Borobudur dan Candi Prambanan, berlokasi di Jalan Raya Prambanan – Piyungan Km 2 Yogyakarta 55572, Indonesia. Lokasi ini dipilih bukan hanya karena kesiapannya untuk menjadi venue event dengan jumlah peserta hingga 1500 orang, namun juga dikarenakan situs Ratu Boko merupakan salah satu tempat dimana transkrip salah satu teknologi berada.

Waktu Kegiatan

Hari / Tanggal : Sabtu, 21 Februari 2015    |    Waktu : 15.00 – 21.00

Peserta

Peserta kegiatan berasal dari undangan, komunitas, dan masyarakat umum dengan estimasi tidak kurang dari  1000 orang  peserta.

 

Penanggung Jawab Kegiatan dan Susunan Kepanitiaan

Kegiatan kajian budaya dan transformasi teknologi diselenggarakan oleh Yayasan Ummara dengan susunan penyelenggara sebagai berikut :

Penanggung Jawab
Pendiri Yayasan Ummara              : Iwan Mulyawan

Ketua Pelaksana                               : Irmawati
Bendahara                                          : Benni Setiawan, Amd.
Sekretaris Umum                             :  Mohamad Ashari, S.Pd.

Para Pimpinan  Divisi
Divisi Dana Usaha                           : Heni Yuhaeni
Divisi Hubungan Masyarakat       : Fallenty Setia Ambarwati
Divisi Logistik                                   : Suwanto
Koordinator Lapangan                   : Wowon