kewirausahaan, pembinaan ekonomi

Follow Up Project Pemberdayaan Masyarakat

, , , , ,

Pada 12 Juli 2015 Yayasan Ummara bekerjasama dengan LSBD Hikmatul Iman Indonesia (HI) mengadakan kegiatan Ramadhan Fair dan Alhamdulillah berlangsung dengan luar biasa. Pada event tersebut, Yayasan Ummara menyampaikan pilot project pemberdayaan masyarakat dalam bentuk kelompok usaha produktif : keset berbahan limbah kain. Dana yang dikumpulkan berasal dari partisipasi komunitas HI dalam kegiatan bazzar amal dan dari kas Yayasan Ummara.

RAMADHAN FAIR

Setelah mempersiapkan infrastruktur project, maka sebagai follow up  pada tanggal 27 September 2015 tim dari Yayasan Ummara bersilaturahim ke Desa Ancol Mekar sekaligus menyerahkan bantuan alat yang akan digunakan dalam project keset majun. Tim yang terdiri dari Iwan Mulyawan (Pembina Ummara),  Wowon (Pengawas), Sayyidina Ali (Kadiv Support), Benni (Bendahara), Mohamad Ashari (Sekretaris), dan Mohammad Luthfi (Humas) diterima langsung oleh Kepala Desa Ancol Mekar dan kelompok target pemberdayaan disaksikan oleh perwakilan dinas sosial Kabupaten Bandung.

Kegiatan dibuka dengan paparan program dan diakhiri dengan tanya jawab antara para pemangku kepentingan. bagi Yayasan ummara, project ini memegang peranan penting sebagai tes dan bukti keseriusan tim ummara terhadap pemberdayaan masyarakat yang merupakan bagian dari program inti : ummat produktif. Langkah selanjutnya dalam program ini adalah pelatihan keterampilan tenun dan jahit, dua keterampilan yang dibutuhkan dalam produksi keset majun.

Peran yayasan ummara dalam project ini adalah sebagai jembatan antara potensi produksi, permodalan, dan pasar. Kita menaruh harapan besar dalam project ini dikarenakan kepastian pasar dan semangat untuk maju yang dimiliki oleh kelompok Ancol Mekar.

Semoga yang maha kuasa memberikan kemudahan dalam mengatasi seluruh tanytangan yang akan ada dan program ini dapat diduplikasi dan menyejahterakan lebih banyak lagi saudara -saudara kita.

Ikuti perkembangan project ini melalui tautan berikut : #projectancolmekar

Tim Penggerak Pertanian Ummara

, , ,

Ummat Lestari dan Ummat Produktif merupakan program – program  prioritas Yayasan Ummara yang berfokus pada pelestarian lingkungan hidup dan kemandirian ekonomi. Pada hari ini, tanggal 25 Juli 2015 Yayasan Ummara meresmikan pembentukan Tim Penggerak Pertanian Ummara yang beranggotakan tujuh orang dengan fokus utama menyosialisasikan penggunaan dan produksi pupuk hayati.

Program yang bekerjasama dengan Tim Pertala (pertala.net) ini bertujuan memberikan pelatihan produksi dan aplikasi pupuk hayati berbasis bakteri yang dapat mengembalikan fungsi tanah sehingga mampu mendukung tumbuh kembangnya tanaman. Dalam jangka panjang peningkatan kualitas lahan yang berefek pada peningkatan produksi pertanian, dan efisiensi biaya produksi ditargetkan memperkuat kemandirian petani. Disisi lain revitalisasi lahan, peningkatan keragaman biologi, dan peningkatan kualitas ekosistem, dan pengurangan emisi karbon dari penggunaan bahan alami dan lokal diharapkan mampu membantu upaya pelestarian lingkungan hidup.

Berikut susunan Tim Penggerak Pertanian Ummara yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Yayasan Ummara Nomor 301.VII.2015.SK.TimPertanian.

NO NAMA LENGKAP JABATAN
1 Febhi Mariandi KETUA
2 Asep Amas ANGGOTA
3 M Hasmar Rangkuti ANGGOTA
4 Iwan Setiawan ANGGOTA
5 Muamar Alhaj ANGGOTA
6 Aep Solihin ANGGOTA
7 Arief Wibowo ANGGOTA

Program Sedekah Sampah

, , , , , , ,

Sedekah dan Sampah

     Sedekah dapat diartikan sebagai suatu pemberian yang diberikan oleh seorang kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Atau juga berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang semata mengharap ridho Allah SWT.  Wujud sedekah tidak selalu harus berupa uang atau harta. Perbuatan baik dan membuat orang lain bahagia merupakan sedekah.

     Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah seringkali dianggap tidak lagi berharga, menimbulkan masalah, dan pengelolaannya membutuhkan biaya besar. Jika setiap orang menghasilkan sampah 2,6 liter per orang per hari, maka 220 juta penduduk Indonesia menghasilakn 176.000 ton sampah setiap hari setara dengan 63.360.000 ton per tahun yang membutuhkan biaya pengelolaan tidak kurang dari 7,2 trilyun rupiah.

     Kita tidak akan membicarakan puluhan ribu ton sampah dan biaya 7,2 T. Ummara percaya bahwa setiap perubahan dimulai dari sebuah langkah kecil yang dimulai dari setiap pribadi, dimulai dari hal kecil yang bisa kita lakukan. Jika kita tilik sampah yang kita hasilkan, maka kita akan melihat bahwa selain sampah organik yang sebenarnya bisa kita kelola sendiri menjadi kompos mengunakan komposter sederhana skala rumah tangga, ada pula sampah an organik yang sebenarnya berpotensi besar untuk didaur ulang dan menghasilkan rupiah. Sebagai contoh : 10 kg botol botol PET bekas air minum dalam kemasan bernilai Rp 25.000, sekitar Rp 40 per botol, 1 kg kertas koran bernilai Rp 1.500 kertas HVS bisa bernilai lebih tinggi.

     Dalam event Ramadhan fair 2015, Yayasan Ummara insyaallah akan meluncurkan program sedekah sampah dimana sampah yang memiliki nilai ekonomis dikumpulkan untuk didaur ulang, hasil penjualan kemudian digunakan untuk mendanai project kemandirian umat dalam bentuk usaha produktif.

Tujuan Program

Program Sedekah Sampah bertujuan untuk :

  1. Membangun kesadaran bahwa pengelolan sampah dapat dilakukan dengan sederhana dan berpotensi secara ekonomi.
  2. Edukasi dan membantu usaha pelesatarian lingkungan untuk alam yang lebih lestari
  3. Membangun jaringan komunitas.
  4. Pembiayaan program kemandirian masyarakat.
  5. Dalam jangka panjang membangun entrepeneur dibidang pengelolaan sampah

Jenis sampah yang dapat disedekahkan

     Sebagai tahap awal, jenis sampah yang di fasilitasi adalah :

A. Kertas yang terdiri atas :

  1. Kertas kardus / box
  2. SWL (kertas HVS bekas printer/fotokopi, atau telah ditulisi)
  3. HVS (kertas putih polos)
  4. Kertas Koran
  5. Dupleks/Mix/Bekas Majalah
    contoh : kertas warna, amplop warna, pamflet atau brosur, kartu garansi, kertas majalah, kertas kwitansi, faktur atau apa saja yang tidak termasuk kardus dan hvs ataupun kertas koran maka kertas itu dikatagorikan sebagai kertas duplex

B. Botol / cup PET bekas air minum dalam kemasan

sedekah sampah

 

Titik Layanan Sedekah Sampah

Sedekah kertas harap di pisahkan berdasarkan jenis dan diikat dengan tali, sedangkan botol amdk dapat diremukkan untuk menghemat tempat. Sedekah dapat disampaikan di titik layanan sedekah sampah :

Kantor ummara :
Jl. Subang Raya No. 29 Antapani Bandung

Kelas Kesehatan Vallgara
Distarcip, Jl Cianjur 34 Bandung
Setiap sabtu pukul 07.00 – 09.00

Stand Ummara
@ Latihan Gabungan LSBD HI cabang Bandung Raya

Ingin menjadi mitra titik layanan ? hubungi kami.

Pemanfaatan Dana

sedekah sampah

 

Informasi

Untuk informasi lebih lanjut silakan menghubungi tim ummara melalui sarana tel / sms / whatsapp

0896 8650 3040

atau gunakan form berikut :

[contact-form-7 404 "Not Found"]